Tabungan dan Investasi

8 Aplikasi Trading Saham untuk Pemula: Fitur, Legalitas, dan Risikonya

Burhana Andre Diterbitkan 15:03 4 menit membaca
Ilustrasi | Daftar aplikasi trading saham untuk pemula (AI // bes.co.id)
Ukuran Teks:

bes.co.id – Memilih aplikasi trading saham pada dasarnya tak cukup hanya dengan melihat tampilan yang sederhana atau biaya transaksi yang murah.

Pengguna, khususnya siapapun yang baru terjun dalam dunia ini harus memahami banyak hal. Misalnya, perusahaan sekuritas, fitur yang tersedia, jenis instrumen investasi, hingga risiko yang mungkin muncul kala sudah mulai bertransaksi.

Sejumlah aplikasi seperti Stockbit, Ajaib, Bibit, IPOT, Growin’, dan BIONS pun diketahui menyediakan akses ke instrumen pasar modal Indonesia.

Sementara itu, Nanovest dan Gotrade menawarkan akses ke produk saham Amerika Serikat melalui skema layanan masing-masing.

8 Aplikasi Saham yang Bisa Dipertimbangkan Pemula

Berikut gambaran delapan aplikasi berdasarkan fitur dan karakteristik aplikasi trading saham yang bisa dipelajari untuk para pemula.

Stockbit

Stockbit menyediakan akses transaksi saham melalui Stockbit Sekuritas Digital. Aplikasi ini memiliki fitur virtual trading untuk berlatih, screener untuk menyaring saham, serta komunitas diskusi investor.

Fitur tersebut dapat membantu pemula mempelajari pasar sebelum menggunakan dana sungguhan. Diketahui pula bahwa biaya transaksi 0,15 persen untuk pembelian dan 0,25 persen untuk penjualan.

Ajaib

Kemduian ada Ajaib. Platform ini menawarkan antarmuka yang relatif sederhana untuk pengguna baru.

Aplikasi tersebut juga diketahui menyediakan akses ke saham lokal dan sejumlah produk investasi lainnya. Sementara, biaya transaksi saham lokal untuk platform ini diketahui sebesar 0,1513 persen untuk pembelian dan 0,2513 persen untuk penjualan pada transaksi di bawah Rp150 juta.

Bibit

Bibit lebih dikenal sebagai aplikasi investasi reksa dana dengan fitur robo advisor. Pengguna dapat memperoleh rekomendasi alokasi berdasarkan profil risiko.

Akses saham tersedia melalui layanan Bibit Plus, sehingga pemula perlu membedakan fitur investasi reksa dana dan transaksi saham di dalam aplikasinya.

IPOT

IPOT menyediakan beragam instrumen, mulai dari saham, ETF, reksa dana, hingga obligasi. Kelengkapan produk dapat menjadi pertimbangan bagi investor yang ingin mengakses beberapa instrumen melalui satu platform.

Sementara itu, platform ini mematok biaya saham 0,19 persen untuk pembelian dan 0,29 persen untuk penjualan.

Growin’

Growin’ merupakan aplikasi investasi dari ekosistem Mandiri Sekuritas. Adapun salah satu fiturnya yakni adanya integrasi dengan Livin’ by Mandiri dan akses e-IPO.

Biaya transaksi saham tercantum sebesar 0,18 persen untuk pembelian dan 0,28 persen untuk penjualan.

BIONS

Kemudian ada BIONS yang merupakan aplikasi investasi dari BNI Sekuritas.

Integrasi dengan rekening BNI dan fitur edukasi menjadi bagian dari layanan yang dapat dipertimbangkan pengguna ekosistem perbankan tersebut. Besaran biaya transaksi perlu diperiksa melalui ketentuan terbaru BNI Sekuritas.

Nanovest

Nanovest menyediakan akses ke saham global, termasuk saham Amerika Serikat, serta produk aset digital lainnya.

Lewat platform ini, pengguna dapat mulai berinvestasi saham global dari nominal Rp5.000 sesuai ketentuan produk.

Gotrade

Platform yang satu ini menyediakan akses ke saham Amerika Serikat dengan antarmuka yang dirancang sederhana. Diketahui pula bahwa biaya transaksi mulai dari 1 dolar AS.

Pengguna perlu memeriksa skema produk, biaya aktual, serta saham yang tersedia sebelum membuka rekening.

Perhatikan Legalitas dan Biaya Transaksi

Sementara itu, untuk transaksi saham di Bursa Efek Indonesia, periksa izin perusahaan sekuritas melalui daftar resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menyediakan informasi perusahaan efek yang terhubung dengan layanan pembukaan rekening online.

Produk saham luar negeri juga dapat menggunakan mekanisme dan entitas penyedia layanan yang berbeda. Karena itu, jangan menyimpulkan legalitas hanya dari nama aplikasi.

Cek terlebih dahulu perusahaan yang memfasilitasi transaksi, regulator yang mengawasi, serta bentuk produk yang dibeli. Saham aktual dan kontrak derivatif seperti CFD memiliki karakteristik serta hak kepemilikan berbeda.

Biaya transaksi juga tidak selalu sebatas komisi broker. Perhitungan dapat mencakup pungutan bursa, kliring, penyimpanan, pajak, dan biaya lain sesuai jenis produk.

Namun, angka dalam daftar di atas merupakan informasi indikatif dan bukan tarif yang dijamin berlaku saat ini.

Risiko dan Cara Memulai Trading Saham

Dan bicara soal risikonya, perlu diingat bahwa harga saham dapat bergerak naik maupun turun sehingga investor berpotensi mengalami kerugian.

Risiko lain mencakup volatilitas pasar, likuiditas, perbedaan nilai tukar untuk saham luar negeri, serta keputusan transaksi berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pemula sebaiknya menggunakan dana dingin, bukan uang kebutuhan pokok atau pinjaman. Mulailah dengan nominal yang terukur, pelajari fitur simulasi jika tersedia, dan pahami profil risiko sebelum membeli saham.

Dengan demikian, aplikasi yang sesuai bukan selalu yang menawarkan biaya paling rendah atau fitur paling banyak. Legalitas, transparansi biaya, kemudahan penggunaan, dan kesesuaian produk dengan tujuan keuangan perlu menjadi pertimbangan utama sebelum mulai bertransaksi.***

Tinggalkan komentar